Selasa, 08 Maret 2016

Walikota Padang Diminta Tuntaskan Penataan PKL dan Angkot Ngetem di Depan Masjid Taqwa Muhammadiyah

Tidak ada komentar:
 
Padang, - Ketua pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat, Abdurrahman S. Chan menyayangkan pemerintah Kota Padang kurang proaktif melakukan penataan PKL dan mobil angkot di sekitaran di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat, hal ini dibuktikan dengan adanya aktivitas PKL yang memakai badan jalan, travel liar & angkot ngtem sembarangan yang kerap membunyikan klakson keras-keras ketika pelaksaan shalat lima waktu.

"Kami akan kembali datangi pak wali menagih janji pak wali untuk menata sekitar Masjid Taqwa Muhammadiyah bebas dari PKL, travel liar dan aksi ngetem sembarangan mobil angkot yang katanya tuntas usai lebaran Idul Fitri 1437 H," katanya.

Sejak tidak adanya terminal angkutan umum, suasana di sekitar Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat bising oleh klakson pengemudi yang menunggu penumpang di depan masjid.

"Hal itu menyebabkan terganggunya kekhusyukan beribadah kaum muslimin ketika melaksanakan shalat," katanya.

Pengurus dan jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat meminta Pemerintah Kota Padang untuk lebih serius menertibkan kendaraan yang melewati jalan di depan masjid minimal selama pelaksa
naan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib dan Isya.

Minggu, 05 Oktober 2014

Idul Adha 1435 H

Tidak ada komentar:
Allhamdulillah, Pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh hikmat. Rencana pelaksanaan shalat Idul Adha di pusatkan di lapangan Imam Bonjol Padang pada hari Sabtu tanggal 04 Oktober 2014 tapi sejak Jum'at malam kota Padang dan sekitarnya di Guyur hujan maka panitia pelaksana memindahkan pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat. Walaupun berbeda pelaksanaan Shalat Idul Adha dengan Pemerintah, Ribuan jama'ah Shalat Idul Adha memenuhi ruangan Shalat Masjid Taqwa Muhammadiyah

Rabu, 20 Februari 2013

Profil Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat

1 komentar:



 Alhamdulillah, Masjid tawqa Muhammadiyah Sumatera Barat, yang terletak di jalan Bundo Kanduang No.1 Padang, dalam batas-batas tertentu telah wujud sebagai sebuah masjid yang berupaya mempraktekkan fungsi-fungsi masjid sebagaimana disebutkan di atas. Masjid ini  sejak awal dibangun, bahkan sebelumnya ketika masih bernama masjid Raya yang runtuh tahun 1975, di samping sebagai tempat ibadah shalat berjama’ah setiap waktu, juga sangat aktif memberikan pencerahan dan pencerdasan dalam upaya membina dan membangun sikap mental dan karakter umat yang bermartabat untuk kesejahteraan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kegiatannya sangat bervariasi dan dalam gerakan yang penuh kreatif dan inovatif, misalnya;  dalam bidang ekonomi ada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), penyewaan beberapa petak toko yang berasal dari harta wakaf untuk berbagai kegiatan bisnis yang Islami. Dalam bidang  sosial ada pengumpulan dan pendistribusian  dana ZIS untuk fakir miskin dan anak yatim, ada penyembelihan hewan qurban, dan pengumpulan /pembagian zakat maal/ fitrah. Dalam bidang pembinaan pribadi dan keluarga di samping ada pengajian dan pengkajian setiap hari, ada LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) Sakinah. Dalam bidang dakwah dan  informasi ada Radio Sang Surya dan Bimbingan Manasik Haji serta Umrah. Dalam bidang kesehatan dan pertolongan ada Balai Pengobatan KH.Ahmad Dahlan dan praktek dokter, donor darah  dan Taruna siaga bencana. Sedangkan dalam bidang pendidikan ada TPA/TPSA, MDA/MDW di samping pendidikan non formal lainnya seperti Seni Bela Diri Tapak Suci. Begitu juga dalam bidang santunan ada rumah singgah dan pengumpulan dana untuk musafir yang terlantar, muallaf, korban bencana alam dan pengiriman da’i ke daerah pedalaman.
Begitulah seterusnya sampai pada bidang pemberdayaan generasi muda, wanita dan remaja dengan berbagai aktifitasnya. Semuanya bergerak tanpa henti dan dikelola oleh tenaga-tenaga tua dan muda yang secara estafet sambung bersambung dari satu periode  keperiode berikutnya.
 Reputasi itu bisa tercapai berkat adanya organisasi yang kuat dan manajemen yang solid serta kepemimpinan yang berwibawa. Kemudian didukung oleh perangkat-perangkat lunak seperti peraturan dan program yang jelas serta Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang terarah.  Dengan modal manajemen dan leadership yang sederhana itu, dan dengan senantiasa mengharapkan bimbingan dan redha Allah SWT, alhamdulillah  Masjid ini   telah dapat melahirkan kelompok orang-orang beriman yang kuat dan berkualitas. Mereka siap untuk bekerja keras dan berkorban demi agama Allah. Mereka kompak dan bersatu  meskipun dari latar belakang  profesi yang tak sama. Mudah-mudahan mereka termasuk golongan hamba-hamba Allah yang diharapkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, yakni; “Orang-orang  beriman yang kuat dan berkualitas adalah lebih baik dan dicintai Allah dibanding orang-orang beriman yang lemah”. (al-Hadits).  

PROPIL SINGKAT MASJID TAQWA MUHAMMADIYAH SUMATRA BARAT
Nama Masjid                     :  Lama; Masjid Raya Muhammadiyah
                                       :  Baru;  Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar
Luas Tanah/Bangunan        :  3.119 M2 / 4.945,94 M2 (Tiga Lantai)
Sertifikat Tanah                                :  No.1618, tanggal 23 September 1972.
Daya Tampung                 :  3.000 orang jama’ah.
Awal Berdiri                     :  1957, Runtuh 1975, dibangun kembali 1976.
 








Pengertian Masjid

Tidak ada komentar:


            Masjid berasal dari akar kata sajada-yasjudu yang berarti menyembah atau sujud” untuk “merendahkan dan memperhambakan diri dihadapan Allah SWT”. Oleh karena itu seluruh aktivitas yang dilaksanakan di masjid haruslah berorientasi pada zikrullah. Zikrullah yang dimaksud dalam arti yang seluas-luasnya untuk membangun karakter umat menjadi muslim yang kaffah.   Pendekatan diri kepada Allah dalam bentuk zikrullah itu diaplikasikan dalam segenap kreatifitas berfikir yang dinamis, sehingga tugas pokok dan fungsi manusia sebagai hamba Allah dan khalifah Nya dimuka bumi benar-benar teraktualisasikan secara efektif dan produktif. (Q.S-51:56 dan 2:30).
            Menurut Yusuf Qardhawi, masjid bisa digunakan sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti menghafal Al-Qur’an, lembaga amil zakat, lembaga penengah sengketa, lembaga solidaritas serta bantuan kemanusiaan dan lembaga-lembaga kursus bagi anak-anak muda dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.
            Masjid juga berfungsi sosial, tempat para penduduk bisa saling berjumpa, saling berkenalan satu sama lain, mendekatkan hati, berjabatan tangan, memperkuat ikatan persaudaraan, bisa saling bertanya tentang kondisi masing-masing, khususnya apabila salah seorang diantara mereka ada yang tidak mengikuti shalat berjama’ah. Apabila sakit ia dijenguk; jika ia sibuk diberitahukan; dan apabila ia lupa, bisa diingatkan. (2000:9)        
            Allah SWT mengingatkan dalam firman-Nya sebagai berikut: 
“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS.9:108).
Pada masa Rasulullah SAW aplikasi memakmurkan masjid dalam rangka  zikrullah itu diwujudkan melalui berbagai fungsi masjid, antara lain:
1.      Tempat ibadah shalat fardhu.
2.      Tempat pertemuan rutin antara Rasulullah SAW dengan para sahabat.
3.      Tempat musyawarah memecahkan masalah umat.
4.      Tempat proses kegiatan belajar mengajar.
5.      Sebagai pusat informasi dan dokumentasi.
6.      Sebagai pusat latihan dan mengatur strategi perang.
7.      Sebagai pusat pelayanan kesehatan dan balai pengobatan.
8.      Sebagai pusat dan pengendalian gerak dakwah secara umum.
            Karena itu, usaha memaksimalkan pemberdayaan fungsi masjid, merupakan langkah konkrit yang sangat positif bagi pencitraan masjid sebagai baitullah dan tempat ibadah. Karena dari masjid yang penuh dengan berbagai aktivitas ibadah baik yang bersifat khusus (mahdhah) maupun umum (ghairu mahdhah/ibadah sosial)  akan berdampak sangat positif terhadap pembentukan karakter jama’ah menjadi pribadi-pribadi yang memiliki watak isiqamah dan qudwatun hasanah. Ibaratnya keterikatan antara umat dengan masjid seperti ikan dengan air. Ikan tak akan bisa bertahan hidup tanpa air, karenanya ikan selalu merasa senang, sejuk dan nyaman hidup dalam air. Artinya umat Islam akan kokoh dengan kekuatan moral dan materialnya bila terus nenerus  meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya dengan senantiasa memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan dan pengembangan jati dirinya. Justeru itu masjid harus diupayakan menjadi ruang yang sibuk dengan interaksi sesama jama’ah dalam situasi yang kondusif untuk beribadah dan pencerahan”.
            Karenanya, Rasulullah SAW mengingatkan agar kita terhindar dari fenomena yang bisa terjadi. Sebagaimana sabda beliau:
“Mereka saling bermegah-megahan dengan bangunan masjid yang besar, namun mereka hanya sedikit yang meramaikan masjid itu”.
            Oleh sebab  itu, seyogianyalah setiap masjid diurus secara profesional oleh orang-orang beriman yang punya komitmen moral untuk bekerja dengan semangat kreatifitas yang berdedikasi tinggi, sehingga kehadiran sebuah masjid di sebuah komunitas muslim benar-benar membawa perubahan yang mampu memberi solusi terhadap berbagai permasalahan umat. Tidak saja yang berkaitan dengan kehidupan ukhrawi yang harus dipersiapkan secara matang untuk kebahagiaan nanti di sana, tapi juga untuk memecahkan  berbagai permasalahan kehidupan duniawi  seperti; ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, sosial dan budaya yang semakin hari semakin menunjukkan  kompleksitas yang merisaukan. (Q.S: 28:77).

Senin, 29 Oktober 2012

Hewan Qurban 1433 H

Tidak ada komentar:
Padang- Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat pada tahun 1433 H melakukan pemotongan hewan pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2012. Sekretaris Panitia Pelaksana Irwan Toni mengatakan bahwa pada tahun ini jumlah hewan Qurban menurun dari pada tahun sebelumnya, pada tahun 2011 hewan Qurban Berjumlah sebanyak 14 ekor sedangkan tahun ini berjumlah 9 ekor jadi ada penurunan sebanyak 5 ekor sapi. Paniti Pelaksana membagikan sebanyak 800 kupon.  Alhamdulillah pelaksanaan pemotongan yang dilaksanakan pada hari Sabtu berjalan dengan lancar.  

Jumat, 05 Oktober 2012

Perpustakaan "Amanah"

Tidak ada komentar:
Padang-05 Oktober 2012, Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat sekarang telah mempunyai ruangan perpustakaan yang baru dibantu oleh BNI Syariah Cabang Padang diberi nama Perpustakaan "Amanah". Sebelumnya masjid sudah mempunyai ruangan perpustakaan karena tidak layak di hentikan sementara, alhamdulillah berkat bantuan BNI Syariah yang membuatkan ruangan yang berada di lantai Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat sudah dapat operasinal kembali pada hari Senin 24 September 2012. Sekarang Perpustakaan Masjid masih kekurangan buku bacaan, melalui web ini kami mengajak kepada kita semua untuk bisa berpartisipasi dalam mewakafkan buku

Jumat, 13 April 2012

Perpustakaan Masjid

Tidak ada komentar:
Sudah beberapa tahun terakhir ini perpustakaan masjid Taqwa Muhammadiyah tidak aktif dikarenakan letak lokasi ruangan yang kurang strategis. Alhamdulillah masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat sekarang mendapat bantuan pembuatan ruangan perpustakaan baru yang dibantu oleh BNI Syariah Cab. Padang. Sekarang masih tahap pengerjaan dinding dan rak-rak buku bacaan. Pengurus masjid tetap masih menunggu partisipasi Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu dalam melengkapi buku bacaan

Sabtu, 26 November 2011

Tidak ada komentar:
Penyangga Tiang Lemah, Kubah Masjid Takwa Muhammadiyah Padang Nyaris Ambruk
Oleh : Muhammad Subhan | 15-Jan-2007, 05:36:17 WIB

Oleh: Muhammad Subhan, Padang

PADANG: Musibah yang tak diduga menimpa masjid Takwa Muhammadiyah Padang. Kubah yang baru dibangun pada puncak bagian tengah mesjid, Sabtu (13/1), sekitar pukul 15.00 WIB, miring dan nyaris ambruk. Pasalnya, dinding penyangga rangka kubah tidak cukup kuat menahan kubah yang berbobot 20 ton lebih itu.

Peristiwa naas tersebut sempat mengagetkan puluhan jemaah Masjid Takwa Muhammadiyah yang akan melaksanakan ibadah salat Ashar. Suara retakan dinding penyangga tiang serta keadaan kubah yang spontan miring, menimbulkan was-was pada jemaah. "Kami mendengar ada suara retakan dinding penyangga tiang di bagian sebelah utara. Jelas saja kami sangat kaget soalnya kubah yang besar ini tiba-tiba miring dan akan ambruk," ujar beberapa orang jemaah.Miringnya kubah Masjid Takwa Muhammadiyah itu mengingatkan jemaah pada peristiwa tahun 1970 an silam, di mana kubah masjid runtuh namun tidak menimbulkan korban jiwa.
  Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Drs. H. RB Khatib Pahlawan Kayo mengatakan, kejadian itu murni musibah dan di luar dugaan sebelumnya.

"Kejadian naas ini merupakan musibah. Penyebabnya belum dapat dipastikan. Untuk sementara waktu kita akan melakukan tindakan pengamanan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberi garis batas polisi," ujarnya Ketua Pengurus Mesjid Taqwa Muhammadiyah Ansharuddin Kasim menyikapi kejadian itu mengatakan, segala aktivitas mesjid untuk sementara waktu terpaksa dihentikan. "Ini inisiatif pengurus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat kondisi kubah yang menggantung setiap saat bisa ambruk dan merusak insfrastruktur masjid yang lainnya," katanya.

Pihak pengawas lapangan yang bertanggung jawab dalam pemasangan kubah ini, saat dihubungi pengurus masjid melalui telepon genggamnya sedang berada di Pulau Nias mengurus proyek lain.

"Namun ia sudah berjanji akan segera berangkat ke Padang," katanya. Menurut Ansharuddin, secara materi, pihaknya dalam hal ini tidak mengalami kerugian, karena pemasangan kubah ini masih dalam tanggung jawab pihak pemborong. Namun, kerugian akibat kejadian ini sangat besar dari segi pembinaan umat, karena segala kegiatan dan rutinitas masjid terhenti, terutama masalah pembinaan iman dan taqwa para jemaah. "Atas musibah ini kami menyampaikan permohon maaf kepada seluruh jemaah," katanya. Anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah Sumbar Dr. H. Yaswirman, MA., di tempat terpisah kepada Haluan menyayangkan kejadian itu. Yaswirman menilai, selain musibah, kejadian tersebut karena kecerobohan pemborong yang melakukan pembangunan kubah.

"Dinding-dinding penyangga besi-besi penahan kubah memang sudah tua dan rapuh, sementara tiang penyangga di tengah kubah tidak ada. Ini kecerobohan pihak pemborong," katanya. Sementara itu, salah seorang tokoh ulama Sumbar Buya H. Masoed Abidin menyatakan keterkejutannya atas peristiwa tersebut. Melalui surat sms dari tanah suci beliau menyampaikan keprihatinannya. "Sudah dua kali musibah itu terjadi. Awalnya Pak Natsir diminta agar memberikan nama Takwa pada Masjid tersebut. Sekarang masjid itu harus benar-benar dijadikan untuk menjaga ketakwaan umat," ujarnya.

Kemarin malam, Gubernur Sumbar H. Gamawan Fauzi, Walikota Padang Drs. H. Fauzi Bahar, Ketua DPRD Sumbar H. Leonardi Harmaini dan unsur muspika lainnya turut berkunjung ke mesjid untuk melihat kejadian sebenarnya.

Pembangunan kubah senilai Rp 1 Miliar itu dimulai sejak bulan Juli 2006, dan direncanakan selesai bulan November 2006. Namun terkendala masalah cuaca yang beberapa bulan belakangan sering hujan. Sejumlah toko-toko di bawah masjid tersebut juga diminta sementara tutup oleh pengurus, dengan alasan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dari musibah itu
 
back to top