Postingan

Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang Pernah Roboh tanpa Sebab, Jamaah Selamat

Gambar
Padang Ekspres • Jumat, 12/08/2011 14:50 WIB • (e) • 50 klik Berdiri di pusat kota dan terletak di dekat pasar raya, membuat Masjid Taqwa selalu dibanjiri jamaah untuk melaksanakan ibadah. Ternyata masjid ini memiliki sejarah yang panjang. Bagaimana sejarah berdirinya Masjid Taqwa ini? Masjid Taqwa yang saat ini berdiri megah di tengah ramainya pengunjung Pasar Raya Padang ini ternyata menyimpan sejarah yang panjang. Pendiri masjid ini merupakan kader-kader Muhammadiyah, sehingga sering disebut Masjid Muhammadiyah. Tapi sebenarnya, seluruh umat muslim boleh mengunakan masjid ini sebagai tempat beribadah dan lainnya. Mantan PW Muhammadiyah Sumbar, RB Khatib Pahlawan Kayo menceritakan masjid ini memiliki nilai sejarah kuat. Awalnya pada tahun 1952, berdiri kelompok (ranting) Muhammadiyah Pasar Jawo dan sekitarnya. Pada saat itu jumlahnya sekitar 25 orang yang dipimpin oleh Hasan Herbalis. Amal usahanya ialah megadakan pengajian dua kali seminggu di Masjid Nurul Ihsan y...

Imsakiyah Unik di Masjid Taqwa Muhammadiyah

Gambar
Padang, MinangkabauNews -- Imsakiyah Ramadhan 1432 H, Imsakiyah unik yang berada di Mesjid Taqwa Muhammadiyah Kota Padang, Sumatera Barat diresmikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, H. Dasril Ilyas, Jumat (29/7). Sekretaris PWM Sumbar, Bachtiar, di Padang, Rabu (2/8), mengatakan bahwa peresmian Imsakiyah panjang 9 meter dan lebar 8 meter. "Imsakiyah besar dan unik ini merupahkan tindak lanjut dari launching imsakiyah ramadhan pada pekan yang lalu," kata Bachtiar. Bachtiar menambahkan bahwa imsakiyah 8X9 meter ini merupahkan hasil kerjasama dengan PWM Muhammadiyah dengan Bank Bukopin. Imsakiyah tersebut simbol Kota Padang menyambut ramadhan dan sebagai penanda waktu puasa bagi masyarakat Kota Padang yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Aldi Terheran ketika melintasi jalan Bundo Kanduang, ketika ia memandang kearah masjid Taqwa, ia mendapati ada imsakiyah besar terpajang di sana, awalnya ia tidak yakin ada imsakiyah besar di Masjid ta...

Biaya Kuliah Adek Dibantu Jemaah Masjid Taqwa Muhammadiyah

Ketua Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, H.Syahruji Tanjung, menyerahkan bantuan dari para jemaah untuk biaya kuliah Adek Liza Sahara, dari SMAN I Kinali Pasaman Barat. Adek telah dipublikasikan kesulitannya mendapat biaya kuliah, di Singgalang terbitan Selasa (12/7) lalu. Total bantuan yang diberikan Rp1 juta, memenuhi kekurangan uang pendaftarannya. Sebelum dibantu oleh pengurus, Adek juga telah mendapat bantuan dari para dermawan lainnya. “Dana itu kami ambilkan dari sumbangan para jemaah dengan dibantu beberapa pos yang telah ada. Jika anaknya termasuk anak yatim, maka aka diambilkan dari infak anak yatim. Namun kalau dari fakir miskin, maka posnya bisa diambilkan pula dari infak fakir miskin, kata Syahruji yang didampingi Bendahara, H.Zufrizal kepada Singgalang, seusai menyerahkan bantuan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Jumat (15/7). Dikatakannya, pengurus sangat proaktif membantu warga yang kesulitan. Sebelum Adek, bantuan dana serupa sebesar Rp1,5 ju...
<style type="salurkan infak danekah anda sed sa/css">

Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah membantu anak yatim

Gambar
Akhirnya, Darti Anggun Kusumah si anak tukang cuci itu bisa kuliah. Darti Anggun Kusumah yang tidak mempunyai Ayah lagi (Anak Yatim) lulus di fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, membutuhkan biaya pendidikan sebanyak 2.750.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) pada saat ini Anggun panggilannya mempunyai uang baru sebanyak 1.250.000 (Satu Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) masih kekurangan sebanyak 1.500.000. Melalui Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang Anggun mendapatkan bantuan sebanyak 1.500.000 dan cukuplah semua biaya pendaftaran untuk Anggun. Anggun langsung menerima bantuan dari ketua Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang H. A. Syahruji Tanjung, BA yang didampingi wakil ketua H. Amri HD, Bendahara Drs. Zufrizal dan Wakil Sekretaris Irwan Toni. Ketua Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang H. A. Syahruji Tanjung, BA mengatakan bahwasahya bantuan  ini merupakan bagian program dari pengurus masjid untuk membantu anak yatim. Pengurus masjid sangat terpanggil unt...

Serah Terima

Gambar
serah terima Pada hari kamis tanggal 12 Mei 2011 bertempat di sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat telah dilakukan serah terima pengurus periode 2005 - 2010 ke periode 2010 - 2015 yang dihadiri oleh seluruh pengurus lama dan yang baru serta disaksikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat dalam laporan pengurus periode 2005-2010 yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Yuzardi Ma'ad, Lc bahwa selama perjalanan mengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah banyak suka dan dukanya, banyak program kerja yang belum selesai dilaksanakan tapi permasalahan yang program kerja yang berat yaitu perbaikan qubah masjid yang roboh akibat tidak kuatnya tiang penyangga, dengan robohnya qubah masjid tidak membuat pengurus untuk berputus asa, mengurus mengupayakan qubah baru sehingga terpasanglah qubah dengan bahan ringan. sedangkan pengurus baru yang diketuai oleh Bapak H. A. Syahruji Tanjung, BA dalam kata sambutannya mengatakan bahwa perjalanan pengurus baru sekarang ini harus...

Pembaharuan Masjid

Gambar
Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumatera Barat terus berbenah melengkapi fasilitas dan kebutuhan jamaáh. Sekarang setelah selesai pembangunan qubah dan renovasi , masjid tersebut sudah terlihat asri dan indah.Masjid yang setiap hari nya menjadi tempat beribadah bagi masyarakat sumbar tertuma pedagang , karena terletak di pusat kota dan tengah pasar. Baru – baru ini Masjid ini mendapat waqaf berupa LCD monitor 2 buah dari anggota DPR  Patrialis Akbar. LCD ini membuat jemaah yang berada di belakang tetap dapat melihat guru yang berceramah. Masjid berlantai tiga ini  akan terus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga betul – betul menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi warga Muhammadiyah tapi bagi seluruh masyarakat Sumbar. Kata mutiara hari ini ; Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-o...

Riwayat Prof. Dr. H. M. Amien Rais

Gambar
Tokoh Reformasi Indonesia ini dilahirkan di Surakarta, 26 April 1944. Orang tuanya sebenarnya menginginkannya menjadi kiai dan melanjutkan pendidikan di Mesir, sehingga pendidikan yang ditanamkan oleh orang tuanya sangat kental dengan nilai-nilai agama, baik di pendidikan dasar (SD Muhammadiyah I Surakarta) maupun di pendidikan menengah (SMP dan SMA). Pendidikan tingkat sarjana diselesaikan oleh Amien Rais di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Gadjah Mada pada tahun 1968, sementara ia juga menerima gelar Sarjana Muda dari Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1969. Pada saat mahasiswa inilah ia banyak terlibat aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Ketua III Dewan Pimpinan Pusat  IMM ) dan Himpunan Mahasiswa Islam (Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam HMI Yogyakarta). Studinya dilanjutkan pada tingkat Master di bidang Ilmu Politik di University of Notre Dame, Amerika Serikat...

Riwayat AR Fachruddin

Gambar
Kiai Haji Abdur Rozzaq Fachruddin adalah pemegang rekor paling lama memimpin Muhammadiyah, yaitu selama 22 tahun (1968-1990). Ia lahir tanggal 14 Februari 1916 di Cilangkap, Purwanggan, Pakualaman, Yogyakarta. Ayahnya ialah KH. Fachruddin (seorang Lurah Naib atau Penghulu dari Puro Pakualaman yang diangkat oleh Kakek Sri Paduka Paku Alam VIII) yang berasal dari Bleberan, Brosot, Galur, Kulonprogo. Sementara ibunya ialah Maimunah binti KH. Idris Pakualaman. Pada tahun 1923, untuk pertama kalinya Abdur Rozak bersekolah formal di Standaad School Muhammadiyah Bausasran Yogyakarta. Setelah ayahnya tidak menjadi Penghulu dan usahanya dagang batik juga jatuh, maka ia pulang ke desanya di Bleberan, Galur, Kulonprogo. Pada tahun 1925, ia pindah ke sekolah Standaard School (Sekolah Dasar) Muhammadiyah Prenggan, Kotagede, Yogyakarta. Setamat dari Standaard School di Kotagede pada tahun 1928, ia masuk di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Baru belajar dua tahun di Mual...

Riwayat Prof. Dr. H.A. Syafii Maarif

Guru besar Ilmu Sejarah ini dilahirkan di Sumpurkudus, Sumatera Barat, 31 Mei 1935. Sejak kecil  Syafii Maarif  memang sudah bergumul dengan pengetahuan tentang agama Islam. Hal itu berkat pendidikan dari almarhurn orangtuanya, Makrifah, dan juga dipertajam dengan pendidikan yang dijalani kemudian, yang akhirnya membentuk dirinya hidup secara kental dalam tradisi Islam. Setamat dari Sekolah Rakyat Ibtidaiyah di Sumpurkudus pada tahun 1947, ia melanjutkan studinya ke Madrasah Mu'allimin Lintau, Sumatera Barat. Pendidikannya di Madrasah Mu'allimin Lintau tersebut kemudian dilanjutkan ke Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah di Yogyakarta sampai tamat pada tahun 1956. Melanjutkan ke perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah bagi Syafii Maarif setelah menamatkan studinya dari Madrasah Mu'allimin Yogyakarta, karena setelah kedua orangtuanya meninggal dunia pembeayaan untuk melanjutkan studinya nyaris terputus. "Saya terdampar di pantai karena belas kasihan ombak...

Perjalanan Sejarah Muhammadiyah

Gambar
PENDIRI PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH Ahmad Dahlan yang waktu mudanya bernama Muhammad Darwis, lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta. Ayahnya seorang alim bernama Kyai Haji Abubakar bin Kyai Haji Sulaiman, pejabat Khatib di masjid besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunya adalah putri Haji Ibrahim bin Kyai Haji Hassan, pejabat penghulu kesultanan. Ahmad Dahlan tidak mengenyam pendidikan formal, sebab orang-orang Islam melarang anaknya masuk sekolah Gubernemen Belanda. Ia didik Ayahnya sendiri selanjutnya mengaji Bahasa Arab, Tafsir, Hadits dan Fiqih kepada Ulama-ulama di Yogyakarta. Perjalanan Sejarah Muhammadiyah PENDIRI PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH Ahmad Dahlan yang waktu mudanya bernama Muhammad Darwis, lahir pada tanggal 1 Agustus 1868 di Kampung Kauman Yogyakarta. Ayahnya seorang alim bernama Kyai Haji Abubakar bin Kyai Haji Sulaiman, pejabat Khatib di masjid besar Kesultanan Yogyakarta. Ibunya adalah putri Haji Ibrahim bin Kyai Haji Hassan, peja...